MUSIK ternyata mampu memengaruhi perkembangan intelektual anak sekaligus membuat anak pintar bersosialisasi. Hal ini juga dipertegas dengan adanya beberapa penelitian yang dilakukan pakar musik maupun pendidik anak di dunia tentang efek positif yang dikeluarkan oleh suara musik.Menurut psikolog anak Hermin R. Seviana, Psi, terapi musik memiliki peranan yang penting dalam mengembangkan pengalaman emosi, integrasidan kemampuan mengendalikan diri seorang anak.
Dijelaskan, terapi musik merupakan penggunaan dari suara dan musik dalam proses membina hubungan antara anak dengan terapis, yang ditujukan untuk mendukung dan meningkatkan kemampuan fisik, mental, sosial dan emosional anak.
Terapi musik, terangnya, merupakan cara yang efisien dan tepat dalam mengembangkan kapasitas emosional, empati, kerja sama, belajar dan interaksi sosial serta komunikasi pada anak.
“Misalnya atensi, niat, imitasi, komunikasi dari perasaan, penggunaan kata-kata, dan lain-lain dari anak autis,” kata wanita yang akrab disapa Hermin ini.
Terapi musik, lanjutnya, memiliki efek terapi dan motivasi dimana musik digunakan untuk memengaruhi emosi dan memberikan stimulus serta komunikasi emosional kepada anak. Di samping itu, terapi musik ini juga dapat diberikan kepada semua penderita autis dari berbagai umur yang memiliki gangguan dengan emosi, kognitif, fisik dan atau gangguan sensorinya.
Ditambahkan, musik dapat memengaruhi dan mendukung anak untuk terlibat secara spontan dalam interaksi dengan orang lain. Dengan mendengarkan musik, ucapnya, anak autis cenderung bisa mendapatkan perasaan aman dan bebas dari lingkungannya.
“Terapi musikjuga menawarkan konteks untuk membangun perasaan sense-in-relationship pada anak autis,” sebut Hermin.
Dipaparkan, adapun tujuan utama dari terapi musikadalah untuk menciptakan pengalaman anak dalam berinteraksi, mengembangkan ekspresi self-other melalui keterlibatan emosional, dan meningkatkan komunikasi anak.
Hermin mengungkapkan, terapi musik memberikan dasar mengenai apa yang harus dilakukan manusia dalam berinteraksi dengan orang lain, selain itu juga menawarkan konteks di mana motivasi dari diri dapat dikembangkan.
“Emosi dapat dialami, diekspresikan dan dibawa dalam komunikasi. Dengan demikian, musik dapat memiliki pengaruh dalam perkembangan mental anak yang mengalami gangguan autis,” tandasnya.
|
0 komentar:
Posting Komentar